ACUTE FLACCID PARALYSIS ADALAH PDF

Tidak ditemukan atrofi, kecuali sudah berlangsung lama Atrofi cepat terjadi Spastic itu lawannya dari flaccid. Spastic adalah kekakuan otot yang terjadi karena terdapat defek pada upper motor neuron hingga sebelum cornu anterior sist. Saraf pusat. Sedangkan spastic adl keadaan dimana otot menjadi lemas, lunglai, layuh dan penurunan tonus otot yg disebabkan oleh defek pada lower motor neuron pada cornu anterior hingga ke muskulus sist. Saraf perifer.

Author:Mooguzahn Zubar
Country:Zambia
Language:English (Spanish)
Genre:Environment
Published (Last):8 December 2017
Pages:278
PDF File Size:12.31 Mb
ePub File Size:2.23 Mb
ISBN:678-4-20951-308-8
Downloads:47297
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Vishura



Polio Halodoc, Jakarta — Acute flaccid myelitis AFM dan polio adalah dua gangguan kesehatan yang bisa menyebabkan orang yang diserang mengalami kelumpuhan, termasuk pada anak-anak. Meski memiliki komplikasi yang sama, namun kedua penyakit ini ternyata sangat berbeda satu sama lain.

Apa saja perbedaan antara penyakit AFM dan polio? Acute Flaccid Myelitis AFM Penyakit acute flaccid myelitis merupakan kondisi yang langka terjadi, namun sama sekali tidak boleh dianggap sepele.

Sebab, penyakit ini bisa menyebabkan kondisi serius dan membahayakan. AFM adalah penyakit yang menyerang sistem saraf, terutama di daerah sumsum tulang belakang. Kondisi ini menyebabkan otot dan refleks dalam tubuh menjadi lemah. Kondisi ini sebenarnya bisa terjadi pada siapa saja, namun paling sering ditemukan pada anak-anak.

Secara perlahan, kondisi ini akan menyebabkan bagian tangan dan kaki menjadi lemah dan semakin lama akan kehilangan kemampuan dan refleks. Selain itu, kondisi ini juga bisa menyebabkan kelemahan pada area wajah , kepala dan leher, kemampuan menggerakkan bola mata, hingga menurunnya kemampuan berbicara. Penyebab pasti dari kondisi ini masih belum diketahui. Tapi, pada beberapa kasus AFM diduga terjadi karena infeksi virus, termasuk virus penyebab polio.

Karena bersifat jarang dan membutuhkan pemantauan khusus, pastikan untuk selalu berdiskusi dengan dokter seputar gejala yang muncul karena penyakit ini. Kabar buruknya, penyakit ini sangat mudah menular dan menyerang sistem saraf, terutama pada balita. Polio adalah jenis penyakit yang sama sekali tidak boleh dianggap remeh, sebab bisa menyebabkan pengidapnya mengalami kesulitan bernapas, kelumpuhan, bahkan kematian. Salah satu cara terbaik untuk menghindari serangan penyakit ini adalah dengan melakukan vaksinasi polio.

Virus penyebab polio biasanya masuk melalui makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi dan kemudian masuk ke dalam tubuh.

Virus polio hanya bisa menjangkiti manusia yang menyebar melalui tetesan cairan yang keluar saat pengidapnya batuk atau bersin. Melakukan imunisasi atau pemberian vaksin polio bisa membantu mengurangi risiko terjangkit virus penyebab polio.

Penyakit ini lebih mudah menyerang orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh rendah, seperti anak-anak, wanita hamil, dan orang yang memang memiliki imunitas rendah. Faktor lingkungan juga bisa menjadi pemicu polio, karena penyakit ini lebih mudah menyerang orang yang tinggal di tempat tanpa sanitasi yang bersih dan baik. Baca juga: Penyebab dan Gejala Penyakit Polio Risiko terserang virus penyebab polio menjadi lebih tinggi pada orang yang belum mendapatkan vaksin, terutama yang tinggal satu rumah dengan pengidap penyakit ini, sistem kekebalan tubuh yang mulai menurun, melakukan perjalanan ke daerah yang tinggi kasus polio, dan orang yang sudah melakukan operasi pengangkatan amandel.

Sayangnya, kebanyakan pengidap polio awalnya tidak menyadari sudah terinfeksi virus polio. Sebab, virus ini pada awalnya hanya menimbulkan sedikit gejala, bahkan tanpa gejala sama sekali. Polio biasanya baru terdeteksi setelah semakin parah, bahkan hingga menyebabkan komplikasi berupa kelumpuhan. Tanya dokter di aplikasi Halodoc saja. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya.

CELOTEX GA4000 PDF

Ini Beda Polio dan Acute Flaccid Myelitis, Sama-Sama Bisa Melumpuhkan Si Kecil

Mikanos Now that polio has been eliminated in Australia, the two leading causes of AFP are Guillain-Barre syndrome and transverse myelitis. Epidemiol Rev ; 22 2: Myositis and toxic synovitis of the hip were among the less frequent diagnoses in other series [ ]. The Clostridium botulinum bacteria are the cause of botulism. Global Polio Laboratory Network. Because isolation of NPEV now depends flacccid on RD cells, annual rates for most laboratories are expected to be lower than in previous years.

LIKUTEI AMARIM TANIA PDF

Pedoman Surveilans Acute Flaccid Paralysis (AFP)

Strategi untuk membasmi polio didasarkan atas pemikiran bahwa virus polio akan mati bila is disingkirkan dari tubuh manusia dengan cara pemberian imunisasi. Strategi yang sama telah digunakan untuk membasmi penyakit cacar smallpox pada tahun Cacar adalah satu-satunya penyakit yang telah berhasil dibasmi. Berbagai upaya secara global sudah dilakukan sebagai upaya eradikasi polio ini. Di Indonesia sebagian besar kasus poliomielitis bersifat non-paralitik atau tidak disertai manifestasi klinis yang jelas. Dalam surveilans AFP, pengamatan difokuskan pada kasus poliomielitis yang mudah diidentifikasikan, yaitu poliomielitis paralitik.

Related Articles