BAHAYA PENGGUNAAN STYROFOAM PDF

Bahasa Indonesia Bahaya styrofoam bagi kesehatan manusia dan lingkungan Meski diapresiasi, larangan penggunaan styrofoam belum memiliki payung hukum. Pedagang juga keluhkan pengganti styrofoam yang harganya lebih mahal Published PM, October 21, Updated PM, October 21, Mulai 1 November , akan diberlakukan larangan menggunakan styrofoam di Kota Bandung. Pasalnya, mulai 1 November , akan diberlakukan larangan menggunakan styrofoam di Kota Bandung. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan larangan itu berdasarkan alasan kesehatan dan lingkungan. Satu, membahayakan kesehatan.

Author:Moogujora Vushura
Country:Italy
Language:English (Spanish)
Genre:Politics
Published (Last):20 March 2014
Pages:306
PDF File Size:8.62 Mb
ePub File Size:6.26 Mb
ISBN:298-8-23570-166-5
Downloads:59631
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Dukora



Bahasa Indonesia Bahaya styrofoam bagi kesehatan manusia dan lingkungan Meski diapresiasi, larangan penggunaan styrofoam belum memiliki payung hukum. Pedagang juga keluhkan pengganti styrofoam yang harganya lebih mahal Published PM, October 21, Updated PM, October 21, Mulai 1 November , akan diberlakukan larangan menggunakan styrofoam di Kota Bandung.

Pasalnya, mulai 1 November , akan diberlakukan larangan menggunakan styrofoam di Kota Bandung. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan larangan itu berdasarkan alasan kesehatan dan lingkungan. Satu, membahayakan kesehatan. Dua, tidak bisa terurai di lingkungan. Apa saja bahaya styrofoam bagi kesehatan dan lingkungan?

Pakar persampahan dari Institut Teknolog Bandung ITB Enri Damanhuri mengatakan styrofoam adalah plastik yang paling bermasalah di antara jenis plastik lainnya karena membahayakan kesehatan dan lingkungan. Berikut penjelasannya: Bahaya bagi kesehatan manusia 1. Mengandung benzena Styrofoam merupakan plastik yang salah satu komponennya adalah benzena. Zat yang dihasilkan dari bahan bakar minyak itu merupakan satu dari 4 serangkai penyebab kanker pada manusia, yakni benzena, toluena, etilbenzena, dan xilena.

Keempat serangkai itu bahkan sudah masuk dalam daftar toksikologi. Sementara Jepang melarang karena benzena mengganggu kelenjar endokrin yang berperan pada proses reproduksi manusia. Karena itu, Enri menyambut baik larangan styrofoam di Kota Bandung. Namun, menurutnya, pelarangan Styrofoam sebaiknya hanya untuk kemasan makanan dan minuman saja karena melalui fungsi itulah benzena yang terkandung dalam sytrofoam bisa keluar mencemari makanan dan minuman.

Apalagi jika styrofoam digunakan untuk wadah makanan dan minuman yang mengandung lemak, asam, dan alkohol serta dimasukkan dalam keadaan panas. Bersifat mikroplastik Mikroplastik menjadi masalah utama dalam isu sampah plastik saat ini. Enri mengatakan sampah plastik, terutama styrofoam, yang dibuang ke perairan, lama kelamaan akan terpecah-pecah menjadi pecahan kecil plastik tak kasat mata yang disebut mikroplastik.

Mikroplastik itu kemudian dimakan oleh ikan. Itu artinya benzenanya juga masuk ke dalam tubuh kita. Bandung larang penggunaan styrofoam karena sumber banjir disebut akibat kantong plastik dan styrofoam.

Sulit terurai Sampah styrofoam merupakan sampah yang sulit terurai seperti halnya sampah plastik lainnya. Namun jika jenis plastik lain dicari oleh pemulung karena bisa didaur ulang, styrofoam tidak. Sebab itulah, sampah styrofoam terus menggunung dan mengganggu lingkungan. Jika dibuang ke sungai atau saluran air, styrofoam bisa menyumbat saluran air dan mengakibatkan banjir. Penyumbang terbesar sampah styrofoam adalah non-rumah tangga sebanyak 11,9 ton per bulan.

Sementara, rumah tangga menyumbang sebanyak 9,8 ton per bulan. Masih gunakan CFC Selain mengganggu lingkungan, styrofoam ternyata ikut berkontribusi pada timbulnya efek rumah kaca. Menurut Enri, proses pembuatan produk plastik itu hingga kini masih menggunakan chloro fluoro carbon CFC yang menjadi penyebab efek rumah kaca.

Deputy Walhi Jabar, Dwi Retnastuti, mengatakan pihaknya mengapresiasi kebijakan tersebut karena styrofoam menyebabkan masalah kesehatan dan lingkungan. Namun pihaknya menyesalkan belum adanya payung hukum atas aturan itu. Dwi khawatir aturan itu tidak akan dipatuhi warga karena tidak memiliki kekuatan hukum. Ridwan mengakui pihaknya belum membuat payung hukum tentang larangan styrofoam.

Namun dalam mengeluarkan kebijakan itu, ia mengacu pada Undang-Undang No. Menurutnya, tidak ada lagi alasan bagi siapapun untuk tidak mematuhinya. Kalau dikit-dikit minta hukumannya tegas, susah. Pedagang kaki lima harus mencari pengganti styrofoam untuk kemasan makanan yang lebih murah. Selain sosialisasi tentang aturannya, akan dilakukan pula sosialisasi mengenai kemasan yang ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan.

Ada karton, ada tradisi bambu, ada tradisi bawa wadah sendiri. Itu yang akan disosialisasikan. Kenapa styrofoam popular, karena harganya murah. Sekarang saatnya mengubah kemalasan yang membahayakan. Ridwan menegaskan, pihaknya tidak akan ragu menerapkan sanksi bahkan hingga pencabutan izin usaha bagi siapapun yang membangkang, tak terkecuali produsen makanan besar.

Karena itu, ia meminta kepada produsen makanan dan minuman besar untuk segera mengganti kemasannya. Larangan styrofoam juga disambut baik oleh warga Kota Bandung, salah satunya Pilan Iswuri.

Mahasiswi sebuah perguruan tinggi itu setuju jika penggunaan styrofoam untuk wadah makanan dan minuman dilarang. Penggemar makanan seblak ini seringkali khawatir jika membeli makanan favoritnya itu karena dikemas menggunakan styrofoam.

Namun perempuan 20 tahun itu meminta agar kebijakan itu diiringi dengan pilihan pengganti styrofoam. Ia merasa keberatan jika harus mengganti styrofoam dengan mangkuk plastik yang harganya jauh lebih mahal. Jika untuk buah styrofoam ia hanya membayar Rp 26 ribu, maka untuk mangkuk plastik Dessy harus membayar lebih mahal lagi, yakni Rp1. Dessy berpikir untuk menaikkan harga seblak per porsinya dari Rp10 ribu menjadi Rp12 ribu.

Meski demikian, Dessy mengaku mau mematuhi aturan tersebut.

GEOMETRIA RACSO PDF

Bahaya penggunaan styrofoam sebagai bungkus makanan

Walaupun sangat praktis dan murah, penggunaan styrofoam disebut-sebut dapat menyebabkan kanker dan berbagai penyakit kronis lainnya. Apakah benar? Banyak orang yang menggunakan styrofoam sebagai wadah sebab harganya yang murah dan praktis dalam pemakaiannya. Namun efek samping yang ditimbulkan cukup buruk Styrofoam mengandung beberapa zat kimia yang dipercaya berbahaya bagi kesehatan manusia. Bahkan badan kesehatan dunia, World Health Organization telah menyatakan bahwa benzene adalah zat kimia yang bersifat karsinogenik, atau dapat menyebabkan tumbuhnya sel kanker di dalam tubuh.

CT ANDROID SONDERHEFT PDF

Benarkah Wadah Makanan dari Styrofoam Bisa Menyebabkan Kanker?

Istilah styrofoam yang akrab dengan kita, adalah jenis yang berbahan baku polistirena. Dalam industri, styrofoam sebenarnya hanya digunakan sebagai bahan insulasi. Bahan ini memang bisa menahan suhu, sehingga benda didalamnya tetap dingin atau hangat lebih lama dari pada kertas atau bahan lainnya. Nah,dilihat dari bahannya aja ni brurr kita udah kebayangkan kayak apa kalau zat tersebut tercampur pada makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Beberapa hal yang bisa dijadikan alasan kenapa kita perlu mengurangi penggunaan styrofoam pada kehidupan kita adalah bahan ini terbuat dari butiran-butiran styrene, yang diproses dengan menggunakan.

GOMA BICROMATADA PDF

Bahaya Styrofoam Bagi Kesehatan Dan Lingkungan

.

Related Articles